Latest Post
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts
12:19
Berdasarkan hasil poling Koran Bestari, dari 300 responden, 68% mengaku memiliki laptop. Seperti diungkapkan Richardi Betekeneng, mahasiswa Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang memiliki laptop sebuah keharusan, pria asal Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) itu beralasan selain karena laptop menarik juga mudah dibawa kemana-mana. “Pakai laptop udah saatnya, karena zaman sudah menuntut,” jelas mahasiswa jurusan Arsitek Landskap itu.
Berbeda dengan Muhammad Salim, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), mengaku tidak memiliki laptop, pria yang memakili 30% responden lain itu beralasan tidak memiliki laptop karena belum terlalu membutuhkan. “Untuk penggunaan laptop belum begitu butuh, mengerjakan tugas komputer masih mengatasi,” ujar pria asal Madura itu. Sedangkan 2% responden diwakili Yuli Aningrum, memilih abstain dengan alasan tidak memiliki laptop tetapi sering menggunakan laptop.
Berkaitan dengan alasan memilih menggunakan laptop dari pada komputer, sebanyak 30% responden mengaku mengikuti trend (kecenderungan. red). Hal ini disampaikan Rina Salsa Dwi, mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), karena laptop sedang menjadi tren di kampus mau tidak mau harus mengikuti. “Kepingin punya ketika yang lain udah punya,” jujur mahasiswa semester enam itu.
Berbeda dengan Rina, Ika Rachmawati, mahasiswa UMM, Fitur laptop lebih menarik menjadi alasan meninggalkan komputer. “Fitur laptop lebih menarik, terutama ada fitur yang mendukung dalam mengerjakan tugas saya,” tegas mahasiswi jurusan Teknik Elektro itu mewakili 41 % responden lainnya.
Lain lagi dengan fariz M, mewakili 20 % responden lain memilih alasan Simple atau tidak ribet. Bagi mahasiswa jurusan Manajemen itu, menggunakan komputer terlalu susah selain tidak bisa dibawa kemana-mana juga sangat ribet. “Komputer gak mungkin bisa difungsikan kayak laptop,” tandas pria beralamatkan di Sawojajar Malang itu. Meskipun demikian dari 300 angket yang disebar ditumukan sebanyak 9 % responden abstain.
Ketika ada pertanyaan apa tujuan menggunakan laptop, responden dari mahasiswa di perguruan tinggi se-Malang tersebut ditemukan jawaban sebanyak 48% responden menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas kuliah. Hal itu seperti diungkapkan Putri Mahesa, kegunaan laptop paling utama untuk mengerjakan tugas kuliah. “Lembur ngerjakan tugas kuliah mas,” tambah mahasiswi Unisma itu.
Sedangkan, Farizal mewakili 17 % responden lainnya menggunakan laptop sebagai hiburan seperti bermain game, melihat film, dan mendengarkan musik. “ketika pikiran lagi gak mood dan jenuh, laptop solusinya, kita tinggal pilih aplikasi hiburan mana yang kita suka,”sahut mahasiswa Unikama itu.
Sedangkaan 17 % responden lainnya memilih menggunakan laptop untuk internetan. Rudi Harianto misalnya mengaku tujuan utama mempunyai laptop untuk bisa berinternetan. “Untuk Internetan, karena laptop mudah dibawa kemana-mana, dan dikampus ada jaringan Wi Fi, so bisa internetan gratis gak perlu ke warnet lagi,” kata mahasiswa Unikama itu. Meskipun begitu dari angket yang disebar ditemukan 7 % responden memilih alasan lain dan 3 % responden lainnya memilih abstain. rif
*Berita Ini merupakan potongan Berita Polling di Koran Kampus Bestari UMM edisi 274 kunjungi juga http://www.kompasiana.com/giea
Teknologi dan Mahasiswa
Ketika Mahasiswa “Gila” Laptop*
“Kembali ke laptop…,” ungkap host disebuah acara televisi nasional. Ungkapan tersebut sangat familiar di telinga kita dan boleh jadi mengisyaratkan bahwa teknologi yang pertama kali diciptakan pada tahun 1979 oleh Bill Moggridge seorang desainer industri Inggris itu, telah mengambil alih peran dan fungsi teknologi yang muncul sebelumnya. Teknologi laptop dengan segala kompleksitasnya mampu menyihir masyarakat (mahasiswa. red) untuk segera membeli dan memilikinnya, sehingga sebagian orang berpendapat tidak memiliki laptop berarti orang jadul (ketinggalan zaman. red), ada juga yang berpendapat gak “mbois” hal itu pada akhirnya membuat ketergantungan terhadap laptop.
Berdasarkan hasil poling Koran Bestari, dari 300 responden, 68% mengaku memiliki laptop. Seperti diungkapkan Richardi Betekeneng, mahasiswa Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang memiliki laptop sebuah keharusan, pria asal Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) itu beralasan selain karena laptop menarik juga mudah dibawa kemana-mana. “Pakai laptop udah saatnya, karena zaman sudah menuntut,” jelas mahasiswa jurusan Arsitek Landskap itu.Berbeda dengan Muhammad Salim, mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), mengaku tidak memiliki laptop, pria yang memakili 30% responden lain itu beralasan tidak memiliki laptop karena belum terlalu membutuhkan. “Untuk penggunaan laptop belum begitu butuh, mengerjakan tugas komputer masih mengatasi,” ujar pria asal Madura itu. Sedangkan 2% responden diwakili Yuli Aningrum, memilih abstain dengan alasan tidak memiliki laptop tetapi sering menggunakan laptop.
Berkaitan dengan alasan memilih menggunakan laptop dari pada komputer, sebanyak 30% responden mengaku mengikuti trend (kecenderungan. red). Hal ini disampaikan Rina Salsa Dwi, mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), karena laptop sedang menjadi tren di kampus mau tidak mau harus mengikuti. “Kepingin punya ketika yang lain udah punya,” jujur mahasiswa semester enam itu.
Berbeda dengan Rina, Ika Rachmawati, mahasiswa UMM, Fitur laptop lebih menarik menjadi alasan meninggalkan komputer. “Fitur laptop lebih menarik, terutama ada fitur yang mendukung dalam mengerjakan tugas saya,” tegas mahasiswi jurusan Teknik Elektro itu mewakili 41 % responden lainnya.
Lain lagi dengan fariz M, mewakili 20 % responden lain memilih alasan Simple atau tidak ribet. Bagi mahasiswa jurusan Manajemen itu, menggunakan komputer terlalu susah selain tidak bisa dibawa kemana-mana juga sangat ribet. “Komputer gak mungkin bisa difungsikan kayak laptop,” tandas pria beralamatkan di Sawojajar Malang itu. Meskipun demikian dari 300 angket yang disebar ditumukan sebanyak 9 % responden abstain.
Ketika ada pertanyaan apa tujuan menggunakan laptop, responden dari mahasiswa di perguruan tinggi se-Malang tersebut ditemukan jawaban sebanyak 48% responden menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas kuliah. Hal itu seperti diungkapkan Putri Mahesa, kegunaan laptop paling utama untuk mengerjakan tugas kuliah. “Lembur ngerjakan tugas kuliah mas,” tambah mahasiswi Unisma itu.
Sedangkan, Farizal mewakili 17 % responden lainnya menggunakan laptop sebagai hiburan seperti bermain game, melihat film, dan mendengarkan musik. “ketika pikiran lagi gak mood dan jenuh, laptop solusinya, kita tinggal pilih aplikasi hiburan mana yang kita suka,”sahut mahasiswa Unikama itu.
Sedangkaan 17 % responden lainnya memilih menggunakan laptop untuk internetan. Rudi Harianto misalnya mengaku tujuan utama mempunyai laptop untuk bisa berinternetan. “Untuk Internetan, karena laptop mudah dibawa kemana-mana, dan dikampus ada jaringan Wi Fi, so bisa internetan gratis gak perlu ke warnet lagi,” kata mahasiswa Unikama itu. Meskipun begitu dari angket yang disebar ditemukan 7 % responden memilih alasan lain dan 3 % responden lainnya memilih abstain. rif
*Berita Ini merupakan potongan Berita Polling di Koran Kampus Bestari UMM edisi 274 kunjungi juga http://www.kompasiana.com/giea
Label:
berita,
PENDIDIKAN
11:00
Jangan pernah menjual kridibilitas, ujar Pembicara dalam acara halal bi halal kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Malang Raya oleh IMM Aufkalarung Fakultas Tehnik (FT) itu, acara yang mengusung tema Dengan Semangat Pencerahan membangun kesolidan kader itu berlangsung di Aula Bau, (29/09), di ikuti puluhan kader IMM.
Halal bihalal IMM Aufkalarung tehnik
Choirul Anam; Lawan Politik Lupa
![]() |
| Choirul Anam teman Seperjuangan Munir |
Menurut ketua panitia, Rosy Prigana Poetra, tujuan acara tersebut untuk menjalin silaturohmi, keakraban, dan kesololidan antar kader IMM. “Penguatan internal kader IMM Malang Raya,” jelas mahasiswa tekhnik industri itu.
Rosy demikian sapaan, menambahkan dengan acara seperti itu diharapkan pemahaman kader tentang ideologi dan semangat perjuangan semakin mantap. “Menumbuhkan ideologi yang mulai memudar serta menumbuhkan semangat berjuang,”tambah mahasiswa angkatan 2008 itu.
Dalam acara tersebut, dilangsungkan bedah film darip orfil aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir,oleh Choirul Anam teman seperjuangan Munir. Dalam materinya Anam demikian panggilan akrabnya, mengungkapkan saat ini Indonesiaterjadi tarik ulur dalam masalah HAM. “Pelanggar HAM masa lalu tetap harus diadili, tetapi kenyataanya dinegara kita masalah masa lalu cenderung dilupakan,” ujar aktivis LBH Jakarta itu.
Lebih lanjut, pria ramah itu menambahkan, sekarang ini yang perlu digalakkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yaitu politik melawan lupa. “Gak adil donk masak, pelanggar HAM bisa hidup nyaman tanpa tersentuh hukum, sementara keluarga korban hidup menderita,”jelasnya.
Diakhir materinya, Choirul Anam mengajak kepada hadirin untuk meneladani dan mencontoh perjuangan Munir. “Bukan untuk mengkultuskan Munir, tetapi mari kita ambil nilai-nilai perjuangan dari beliau Munir,” ajaknya mengakhiri.
Muhammad Aminudin, kader IMM yang hadir mengharapkan dengan terselenggarannya acara tersebut IMM kedepannyaa jauh lebih baik dari sekarang sertan ternalnya lebih solid. “Harapannya semakin baik,”ucap pria asal kediri itu. m/rif
14:18
Dies NatalisDimpa ke-27
Muhadjir Effendi; Jangan Lupa salat lima waktu
![]() |
| Aktivitas UKM Dimpa UMM |
Bertempat di taman kolam depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) I,UKM Divisi Mahasiswa Pecinta Alam (Dimpa) UMM rayakan Dies Natalis ke-27, acara tersebut dihadiri oleh rektor UMM, Muhadjir Effendi, Biro Kemahasiswaan (Mawa), Atok M Huda, serta diikuti 200 tamu undangan dariDimpa se-Malang Raya. (16/10).
Muhadjir Effendi, dalam sambutannya menyampaikan, UKM Dimpa merupakan organisasi mahasiswa pertama yang dirintis di lingkungan UMM. “Dimpa ini,organisasi mahasiswa pertama, saya ingat betul karena selama 27 tahun saya berkecimpung di kampu sini,” ungkap pria yang menjabat Pembantu Rektor III saat UKM Dimpa didirikan itu.
Laki-laki yang menjabat rektor UMM dua periode berturut-turut itu berpesan,dengan bertambahnya usia UKM Dimpa UMM harus semakin matang serta memiliki ciri khas bila dibanding dengan Dimpa kampus lain.”Dimpa UMM harus berbeda dengan Dimpa- Dimpa kampus lain,baik itu masalah perilaku, prestasinya atau hal lainnya” ujarnya.
Lebih lanjut Muhadjir demikian disapa, mengimbau kepada anggota Dimpa untuk menjaga salat.”Ciri khas mahasiswa UMM harus selalu menjaga salat, kan sewaktu pendakian kemudian melakukan salat, baik salat wajib atau sunnah yakni tahajjut, ini sungguh luar biasa,” pesannya.
Koordinator kegiatan, UmmuAlman Fikriani mengungkapkan tujuan acara tersebut untuk tasyakuran dan silaturohmi calon anggota baru.”Ajang pertemuan dengan anggota Dimpa yang baru,”ungkap mahasiswa asal Gurontalo itu.
Ketika disodori pertanyaan apa harapan Dimpa kedepan, mahasiswa Psikologi itu menjawab agar Dimpa semakin besar, menjadi organisasi yang sukses, serta go internasional. “ Dimpa jauh semakin baik daris ekarang, mempunyai jumlah anggota besar,cita-cita kita melakukan pendakian internasional,”jawabnya.
Acara yang dikemas secara apik itu, dihadiri oleh alumni anggotaDimpa, dipenghujung acara peserta disuguhi hiburan musik dan ramah tamah. Angga anggota baru UKM Dimpa berharap di usia yang ke-27 tersebut Dimpa mampu menjadi wadah berekspresi bagi anggotannya. “Mampu mewadahi keinginan kitad an saya ucapkan selamat ultah ke-27 buat Dimpa, jayalah dimpaku, “ujarnyamengakhiri.m/rif
14:04
Bedah Buku dan Training Motivasi LSO Al-Faruq
Belajar Selezat Makan Coklat
![]() |
| fatan in action |
Untuk memperkenalkan organisasi kepada mahasiswa baru (Maba) Lembaga Semi Otonom (LSO) Al Faruq FISIP UMM, mengadakan kegiatan Training Motivasi dan Bedah buku Belajar Selezat Coklat oleh Fatan Fantastic. Acara berlangsung di aula BAU, (17/10) diikuti 130 peserta, mengusung tema Be Sukses a Student You Will Change The Future.
Abdullah Masmuh, Pembantu Dekan (PD) III FISIP dalam sambutannya sangat mengaspresisi kegiatan itu, menurutnya manusia sukses berarti manusia yang memberi pencerahan. “Bagaimanamanusia bisa mencerahkankalau dirinya sendiri tidak tercerahkan, “ujarnya.
Lebih lanjut, menurut pembina LSO Al Faruq itu, untuk menjadi sukses dan manusia yang mencerahkan, harus dimulai dengan membangun diri. “Dengan mengikuti acara ini, berarti anda memulai kehidupan yang baru, jadi ciptakan semangat baru tabuh masa depanmu,”ungkapnya.
Gus Muljadi, ketua panitia, mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan LSO Al Faruq kepada Maba.“Kegiatan ini merupakan Paket Maba, yaitu pendekatan diri kepada maba atau promosi organisasi LSO,” jelas mahasiswa angkatan 2009 itu.
Selain itu,pria asal Kalimantan Tengah itu melanjutkan, untuk melatihbagaimana belajar yang benar dan memberi motivasi belajar. “Kan maba belum tau bagaimana gaya belajar diperkuliahan, jadi kita memfasilitasi mereka,” tambah mahasiswa Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial itu.
Fatan Fantastic dalam trainingnya mengungkapkan, dahulu peradaban Islam telah menguasai dunia, tetapi sekarang peradaban Islam mengalami kemunduran dan tidak maju. “Islam menguasai dunia dengan memakmurkan, tetapi sekarang dikuasai peradaban barat yang brutal,” kata alumni SMA Muhammadiyah I Yogyakarta itu memulai pembicaraan.
Kemunduran suatu peradaban menurut pemilik nama dari Fatan A Arifulum itu, disebabkan karena orangnya tidak belajar dan tidak mau belajar. “Kunci keberhasilan dan sukses adalah belajar, tidak ada sukses instan,” tambah penulis buku Belajar Selezat Coklatdan Menghadapi Ujian Tanpa Stres itu.
Lebih jauh, menurut pria asal Yogyakarta itu, belajar yang benar berartisukses mengatasi setres dan belajar sama dengan coklat. “Coklat awalnya jelek, baunya tengik, dan harganya murah. Tetapi, setelah melalui proses pengolahan, coklat menjadi makanan ekslusif harganya selangit, rasanya enak,” paparnya mengurai.
Demikian juga dengan belajar, menurutSarjana Psikologi UGM itu, belajar harus dilakukanseperti makan coklat.”Belajar harus dimulai dengan niat yangbenar dan besar, mengapa demikian, karena biar dirihoi ilahi dan pas di hati,”tambah laki-laki yang sudah road show dibanyak kota di Indonesia itu.
Selain niat, sambung pria ramah itu, harus ada Get our Dream dan perlu peta harta karun (Peta hidup. red). “Ketika tiga cara itu terlaksana, maka anda akan menjadi manusia luar biasa dan secara tidak langsung turut memajukan suatu peradaban,” harapnya mengakhiri.
Abdullah As-Syifa, peserta yang hadir mengaku acara tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya. ”Menambah motivasi belajar dan tau gimana cara belajar yang baik itu. Harapannya acara seperti ini kedepannya sering diadakan dan ditinggkatkan lagi,” saran mahasiswa jurusan Biologi itu. m/rif
13:54
Mobil Plat Merah
Kemarin 16/6/11, sewaktu jalan-jalan ditempat wisata dearah Batu (rahasia hehhe) secara tidak sengajaa, saya menjumpai banyak sekali mobil plat merah hilir mudik ditempat wisata. kalo dihitung jumlahnya lebih dari 10-an.
apa yang mereka lakukan (pengguna mobil) di tempat wisata itu?, ada tugas dinas, turun kemasyarakat misalnya, ternyata tidak, dalam mobil itu terdapat anak, orang berumur lanjut, mungkin sanak famili boleh disimpulkan ternyata mereka itu lagi liburan (soalnya hari tiu waktu libur).
selain itu mobil plat merah banyak saya jumpai juga dihalaman depan sekolah baik itu waktu pagi maupun waktu pulang sekolah tak lain yang dikerjakan untuk antar-jemput akan-anak mereka, mobdin juga terparkir rapi bi pusat-pusat perbelanjaan untuk apa? yang jelas nglencer cuci mata di mal-mal. pada akhirnya saya berfikir kok bisa ya mobil dinas dipakai untuk kepentingan pribadi. jelas ini menyalahi aturan atau tindakan korupsi yang tidak disadari.Weleh-weleh jadi bedini ya pejabat kita. moralnya sudah pada tumpul.
Memang dinegri tercinta Indonesia penyelewengan penggunaan mobil dinas bukan lah rahasia, pemegang mobil dinas tidak merasa malu dipakai urus pribadi meskipun kerusakan, bahan baka dan suku cadang ditanggung Negara. mungkin tidak akan saya jumpai selain diIndonesia.
saya cuma bermimpi suatu saat nanti pejabat kita tajam nuraninnya, tidak semau "gue"........
apa yang mereka lakukan (pengguna mobil) di tempat wisata itu?, ada tugas dinas, turun kemasyarakat misalnya, ternyata tidak, dalam mobil itu terdapat anak, orang berumur lanjut, mungkin sanak famili boleh disimpulkan ternyata mereka itu lagi liburan (soalnya hari tiu waktu libur).
selain itu mobil plat merah banyak saya jumpai juga dihalaman depan sekolah baik itu waktu pagi maupun waktu pulang sekolah tak lain yang dikerjakan untuk antar-jemput akan-anak mereka, mobdin juga terparkir rapi bi pusat-pusat perbelanjaan untuk apa? yang jelas nglencer cuci mata di mal-mal. pada akhirnya saya berfikir kok bisa ya mobil dinas dipakai untuk kepentingan pribadi. jelas ini menyalahi aturan atau tindakan korupsi yang tidak disadari.Weleh-weleh jadi bedini ya pejabat kita. moralnya sudah pada tumpul.
Memang dinegri tercinta Indonesia penyelewengan penggunaan mobil dinas bukan lah rahasia, pemegang mobil dinas tidak merasa malu dipakai urus pribadi meskipun kerusakan, bahan baka dan suku cadang ditanggung Negara. mungkin tidak akan saya jumpai selain diIndonesia.
saya cuma bermimpi suatu saat nanti pejabat kita tajam nuraninnya, tidak semau "gue"........
08:03
Seno Gumira; kebebasan Tergantung pada Masyarakat
Komunitas fotografi mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Fotografi Mahasiswa (Forkom FM) Malang menyelenggarakan seminar kritik fotografi, (23/7) di Auditorium II UMM, diikuti 300 peserta dari berbagai kota di Indonesia seperti Malang, Jakarta, Solo, Porwokerto, Yogyakarta, Lampung, Surabaya. Pada kesempatan itu menghadirkan pakar fotografi, Seno Gumira.
Menurut ketua pelaksana Harris Kurniawan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi fotografi mahasiswa serta mengangkat fotografi mahasiswa agar tidak lagi dipandang sebelah mata oleh fotografi profesional. “Kita menunjukkan eksistensi fotografi mahasiswa kepada publik dan kita tidak kalah dengan fotografi profesional,” ungkap mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi tersebut.
Lebih lanjut, aktivis Jufoc itu menerangkan bahwa acara seminar itu merupakan rangkaian dari kegiatan tahunan Jambore Fotografi Mahasiswa ke-3 di Malang dengan tema kegiatan Malang Photo Festival 2010, berlangsung 20-25/7. “Diantara kegiatannya pameran foto, satu pekan fotografi memamerkan karya dari seniman Prancis, Ferante Feranti di Cofe Time. Talk Show, Workshop dan Klinik Fotografi yang diselenggarakan di Aula UIN Malang, dan terakhir Rally Foto,” jelas pria asal Gresik itu.
Seno Gumira dalam materinya menyampaikan tentang konstelasi budaya fotografi, menurutnya dua perkara dalam fotografi yang selalu diperbincangkan yaitu perkara teknologi dan seni fotografi, akan tetapi menurut pria ramah itu, saat ini sudah saatnya membincang tentang masalah sudut pandang, sejarah fotografi itu sendiri, sejarah sosial peranan fotografi. “Ketiga hal tersebut sangat perlu diperbincangkan, dan kalau terpaku pada dua perkara tadi sungguh membuat wacana fotografi terbatas,” papar pria asal Jakarta ini.
Selain itu, Seno demikian disapa mengajak peserta seminar untuk mendiskusikan terkait dengan dengan kritik fotografi diantarannya orisinil, berwarna sepia, dipajang memenuhi dinding, foto-foto mempertahankan klaim, implementasinya atas otensitasnya, masa lalu dilihat dalam cara baru dan komodifikasinnya, jenis dari citrannya, pertannyaan kompleks, bagaimana kejujuran disusun, dan bagaimana foto-foto dikerjakan untuk menggambarkan masa lalu.
Ketika ditanya peserta dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), tentang kebebasan fotografi terkait dengan foto erotik yang mengarah pada pornografi, pria berambut panjang itu mengungkapkan tergantung pada tujuan pembuatan foto. ”Jadi yang membedakan apa foto itu mengarah pada foto erotik atau tidak adalah tujuan dibuatnya foto itu dan saya rasa kebebasan tergantung masyarakatnya,” jawabnya
Kesan peserta dalam seminar itu, seperti yang diungkapkan Rikky Efran, sangat penting sekali untuk mengembangkan kemampuan fotografi. “ Terkesan sekali dengan kegiatan ini semoga kedepannya bisa mengembangkan kemampuan fotografi bagi UKM kami Zoom Fotografer,” ungkap mahasiswa asal Unila itu.
Tidak jauh berbeda dengan Rikky, Andris Gunawan peserta asal UMY mengungkapkan selain mendapatkan transformasi ilmu dari pakar fotografi juga memperkuat persaudaraan antar komunitas fotografi mahasiswa, sedang Pierre peserta dari UM mengharapkan kegiatan seperti ini sering diadakan dan ditingkatkan lagi._M/Rif
Label:
berita
15:08
Haedar Nasir dalam materinya menyampaikan pentingnya seluruh civitas akademika UMM mampu menselaraskan antara spirit akademik intelektual dengan wawasan spirit keagamaan. “Melalui momentum ini, dapat memepererat silaturahmi civitas akademika. Dan juga sebagai momen meningkatkan amal sosial dalam kehidupan masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, Haidar yang didampingi Syamsurizal Yazid itu menerangkan potensi rohaniah (meta rasional) manusia keadaanya fluktuatif, kadang naik kadang turun, hal ini karena kesibukan sehari-hari manusia sebagai insan modular (manusia sibuk luar biasa yang bersifat taktis, mobilitas tinggi, ciri manusia moderen menyandarkan pada aspek rasional dan kemampuan intelektual) tanpa memerhitungkan rasa. “Seperti anak kecil yang suka bermain parodi putar ketika naik tidak bias turun sedangkan parodi putar itu terus berputar tak berhenti,” jelasnya mengilustrasikan.
Untuk itu, demikian Haedar perlunya menyuburkan potensi rohani meskipun dalam diri manusia ada dua kecenderungan antara barbuat baik dan berbuat buruh, hal ini tidak lain karena manusia saat ini telah kehilangan jiwa sukma, rasa, rohani, spiritual, kebutuan moral.
Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan sublimasi rohani di tengah kehidupan yang luar biasa olah jiwa yang berdurasi tahunan. “Ramadhan adalah wa-silah pencerahan rohani. Sudah menjadi keharusan dbagi kita untuk mengambil ma’rifat yang setahun itu,” Terangnya.
Berpuasa menurut haedar bukan hanya bebas dari hal-hal dilarang sebagaimana rukun dan syarat puasa, akan tetapi mengajarkan kepada kita untuk refleksi diri akan fungsi dan perannya sebagai khalifah dimuka bumi. “Untuk apa kita berpuas, apa yang dicari dalam puasa, apa hanya sebatas tidak makan minum saja,” tanyanya penuh semangat.
Lanjutnya lewat puasa kita bisa menahan diri, sadar diri perlu disirami dan dijaga. “seumpama pohon makin tinggi pasti akan semakin kencang terpaan anginnya. Begitu pun manusia, makin tinggi mobilitas makin tinggi godaan yang menerpa”, tambahnya mengakhiri.
Kampus UMM, selama ramadhan akan menggelar kegiatan tadarus Quran, pengajian dan i’tikaf malam ke 25, dialog ramadhan, bakti sosial. M_rif
Haedar Nashir; Ramadhan Momentum Suburkan Diri
Menyambut momentum Ramadhan 1431 H Kampus Putih gelar pengajian jelang ramadhan bersama PP (Pimpinan Pusat) Muhammadiyah, Haedar Nasir.. Pengajian pembukaan kegiatan ramadhan tersebut diikuti seluruh civitas akademika, di Masjid AR. Fachrudin, (31/07).
![]() |
| Haedar Nashir PP Muhammadiyah |
Haedar Nasir dalam materinya menyampaikan pentingnya seluruh civitas akademika UMM mampu menselaraskan antara spirit akademik intelektual dengan wawasan spirit keagamaan. “Melalui momentum ini, dapat memepererat silaturahmi civitas akademika. Dan juga sebagai momen meningkatkan amal sosial dalam kehidupan masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, Haidar yang didampingi Syamsurizal Yazid itu menerangkan potensi rohaniah (meta rasional) manusia keadaanya fluktuatif, kadang naik kadang turun, hal ini karena kesibukan sehari-hari manusia sebagai insan modular (manusia sibuk luar biasa yang bersifat taktis, mobilitas tinggi, ciri manusia moderen menyandarkan pada aspek rasional dan kemampuan intelektual) tanpa memerhitungkan rasa. “Seperti anak kecil yang suka bermain parodi putar ketika naik tidak bias turun sedangkan parodi putar itu terus berputar tak berhenti,” jelasnya mengilustrasikan.
Untuk itu, demikian Haedar perlunya menyuburkan potensi rohani meskipun dalam diri manusia ada dua kecenderungan antara barbuat baik dan berbuat buruh, hal ini tidak lain karena manusia saat ini telah kehilangan jiwa sukma, rasa, rohani, spiritual, kebutuan moral.
Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan sublimasi rohani di tengah kehidupan yang luar biasa olah jiwa yang berdurasi tahunan. “Ramadhan adalah wa-silah pencerahan rohani. Sudah menjadi keharusan dbagi kita untuk mengambil ma’rifat yang setahun itu,” Terangnya.
Berpuasa menurut haedar bukan hanya bebas dari hal-hal dilarang sebagaimana rukun dan syarat puasa, akan tetapi mengajarkan kepada kita untuk refleksi diri akan fungsi dan perannya sebagai khalifah dimuka bumi. “Untuk apa kita berpuas, apa yang dicari dalam puasa, apa hanya sebatas tidak makan minum saja,” tanyanya penuh semangat.
Lanjutnya lewat puasa kita bisa menahan diri, sadar diri perlu disirami dan dijaga. “seumpama pohon makin tinggi pasti akan semakin kencang terpaan anginnya. Begitu pun manusia, makin tinggi mobilitas makin tinggi godaan yang menerpa”, tambahnya mengakhiri.
Kampus UMM, selama ramadhan akan menggelar kegiatan tadarus Quran, pengajian dan i’tikaf malam ke 25, dialog ramadhan, bakti sosial. M_rif
Label:
berita
15:02
UMM Mantapkan Diri Sebagai World Class University
UMM ditetapkan masuk pada urutan 2.310 dari 12.000 PT (Perguruan Tinggi) di seluruh dunia, urutan 17 tingkat PT di Indonesia, urutan 4 tatingkat PTS, dan urutan 1 tingkat PTM, versi Webometrics Dunia pada Juli 2010. Prestasi itu melonjak tajam dibanding Januari lalu, yang hanya menduduki peringkat 4.729 diantara 10.000 perguruan tinggi dunia dan urutan ke- 35 tingkat PT di Indonesia serta posisi ke-4 di lingkungan PTM. Menurut ketua Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom), Suyatno, prestasi membanggakan tersebut berkat kerjasama dan kerja keras tim.
Menurut Suyanto Semenjak Webometric pertama kali dirilis tahun 2004, UMM belum masuk tingkat dunia, tetapi sekarang berbeda. Lebih lanjut ia menerangkan tentang Webometric merupakan sistem peringkat perguruan tinggi se-dunia berdasarkan website yang dimiliki masing-masing PT. Pelaksanaan penilaian, dilakukan setahun dua kali; bulan Januari dan Juli. Sedangkan kriteria penilaian Webometric didasarkan pada empat poin dalam menilai PT, pertama, website (segi ukuran atau size, yang meliputi: jumlah halaman dalam, jumlah domain dan subdomain). Kedua, visibility (banyaknya jumlah pengguna di luar yang membuat link ke website UMM, yang memberi porsi penilaian hingga 50% dari total penilaian). Ketiga, Rich File (seperti doc, pdf, ppt, ps, dan lain-lain). “Semakin banyak jumlah ekstension akan membantu penambahan nilai,” tambahnya.
Keempat, scholar (banyaknya karya ilmiah UMM yang diakui sebagai sumber pustaka oleh google). “Semula baru 39 karya ilmiah yang diakui, sedang saat ini per hari ini mencapai 7310 karya ilmiah. Semua itu bersumber dari hasil penelitian dosen dan skripsi mahasiswa”, tegas pria ramah itu.
Ia optimis dalam periode kedepan rangking akan semakin meningkat dan bagus. “Untuk melakukan itu diperlukan perubahan paradigma, kalau kita dulu banyak mendownload maka sekarang kita yang harus yang banyak mengupload file sebagai referensi ilmiah,” terangnya.
Selain itu bagi pria paru baya itu diperlukan sinergitas dan kerja sama dari semua pihak.. “Karena ini adalah prestius tersendiri bagi UMM, diharapkan nantinya semakin tinggi rangking UMM pada Webometric maka akan memberi peluang masuk The Promoting University yang dicanangkan Dikti,” harapnya mengakhiri_M_rif
Keempat, scholar (banyaknya karya ilmiah UMM yang diakui sebagai sumber pustaka oleh google). “Semula baru 39 karya ilmiah yang diakui, sedang saat ini per hari ini mencapai 7310 karya ilmiah. Semua itu bersumber dari hasil penelitian dosen dan skripsi mahasiswa”, tegas pria ramah itu.
Ia optimis dalam periode kedepan rangking akan semakin meningkat dan bagus. “Untuk melakukan itu diperlukan perubahan paradigma, kalau kita dulu banyak mendownload maka sekarang kita yang harus yang banyak mengupload file sebagai referensi ilmiah,” terangnya.
Selain itu bagi pria paru baya itu diperlukan sinergitas dan kerja sama dari semua pihak.. “Karena ini adalah prestius tersendiri bagi UMM, diharapkan nantinya semakin tinggi rangking UMM pada Webometric maka akan memberi peluang masuk The Promoting University yang dicanangkan Dikti,” harapnya mengakhiri_M_rif
Label:
berita
14:54
Al Muassasah Al Islamiyah dan UMM Sepakati Nota Kesepahaman
Dalam usaha memperkokoh dan menyeimbangkan kerja sama luar negri antara dunia barat dan timur, UMM lewat Biro Kerjasama Luar Negri (BKLN) bekerja sama dengan Al Muassasah Al Islamiyah Riyadh, Saudi Arabiya selenggarakan workshop Internasional, Pendidikan Agama Islam : Dasar dan Sumbernya.. Acara yang berlangsung di Aula Masjid AR. Fachruddin itu dihadiri lansung oleh direktur Al Muassasah Al Islamiyah bagian Asia, Abdul Aziz Ibrahim Al Daughter, Ibrahim Mubarakh Al Mawaysh, 65 peserta perwakilan guru agama Islam Malang Raya.. (30-31/7).
![]() |
| Abdul Aziz dalam menyampaikan materi |
Kepala BKLN, Soeparto, mengatakan jalinan kerjasama tersebut merupakan tahun ketiga antara kedua belah pihak. Sedangkan tujuan dari acara itu dalam rangka pengembangan pendidikan agama Islam dan dakwah Islam. “Kerjasama Internasional harus terus digalang dan dijaga, baik itu dengan dunia barat atau dunia timur,” ungkapnya memberi sambutan.
Lebih lanjut, Soeparto demikian disapa, mengungkapkan orang-orang Arab mengatakan di Indonesia terjadi paradoks, penduduk Indonesia mayoritas muslim akan tetapi banyak yang menguasai bahasa Inggris dibandingkan dengan bahasa arab. “Disini BKLN dalam proses pengembangan dalam frase international awereness. penanaman maindset bahwa menjalin kerjasama dengan negara lain itu penting dan mutlak," tambahnya.
Staff BKLN bagian Timur Tengah, Abdul Haris, mengungkapkan kegiatan Worksop Internasional itu, guna meningkatkan hubungan antara UMM dengan Saudi Arabia yang dalam hal ini dilakukan Al- Muassasah Al Islamiyah Riyad sebagai lembaga The Muslim Fundantion. "Lewat kegiatan ini untuk meningkatkan kerjasama kedua belah pihak dalam hal dakwah islamiyah," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Haris demikian disapa, mengungkapkan disepakati pula nota kesepahanan antara UMM dengan Al- Muassasah Al Islamiyah dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam, hal ini tidak lain karena UMM memiliki kesungguhan dan memiliki misi yang sama dalam hal perhatian dan pengembangan pendidikan dan dakwah Islam."Untuk program kedepan tidak hanya berhenti pada kegiatan seperti ini, akan tetapi ada agenda kegiatan rutin, serta pemberian bantuan," jelas dosen Fakultas Agama Islam itu.
ketika disinggung mengenai bentuk kerjasama kedua belah pihak, lulusan Sudan itu menguraikan kerjasama berupa pelatihan-pelatihan dan seminar dakwah dan pendidikan Islam, penerbitan dan penyebar luasan buku terjemahan, dan penyediaan buku pengajaran bahasa Arab bagi mahasiswa UMM.
Dalam Warkhsop Internasional yang berlangsung selama dua hari itu, peserta mendapatkan materi diantarannya, Definisi ilmu agama Islam, keutamaan dan sumber-sumbernya, Sumber primer ilmu agama Islam (Al Quran dan As Sunah), Strategi memahami al quran dan as sunah serta instrumennya, Sumber sekundeh ilmu agama Islam, Perbedaan pendapat dalam ilmu agama Islam dan dampaknya bagi perpecahan umat, dan Warkhsop." Harapannya setelah nengikuti warkhsop ini peserta menambah wawasan dasar-dasar keagamaan han mampu merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari," harap Haris kepada peserta saat penutupan.
"Dalam menafsirkan ayat alquran, para sahabat sangat hati-hati, ulama memberikan arahan ketika menafsirkan alquran yaitu al quran ditafsirkan dengan al quran, al quran di tafsirkan dengan as sunah, sedang penafsiran dengan akal, tidak ada. akal berfungsi sebagai alat untuk memahami al quran. Sehingga dapat digolongkan manusia itu, pertama golongan ulama, orang faham agama dan orang yang berhukum, kedua, golongan pelajar, golongan yang tidak mampu berkesimpulan, ketiga, orang awan, orang yang harus mengikuti ulama," papar Abdul Aziz Ibrahim Al Daughter dalam salah satu materinnya.
Gunawan, salah satu peserta Warkhsop sangat mengapresiasi kegiatan itu, dia mengharapkan kegiatan tersebut bisa terlaksana secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada permulaan saja. " Ini warksop luar bias, meskipun secara materi banyak yang sudah mengetahui, akan tetapi dengan pembicara asli dari negara asal agama Islam maka menjadi lain, kedepannya kegiatan seperti ini terus berkelanjutan," harapnya mengakhiri. m_rif
Lebih lanjut, Soeparto demikian disapa, mengungkapkan orang-orang Arab mengatakan di Indonesia terjadi paradoks, penduduk Indonesia mayoritas muslim akan tetapi banyak yang menguasai bahasa Inggris dibandingkan dengan bahasa arab. “Disini BKLN dalam proses pengembangan dalam frase international awereness. penanaman maindset bahwa menjalin kerjasama dengan negara lain itu penting dan mutlak," tambahnya.
Staff BKLN bagian Timur Tengah, Abdul Haris, mengungkapkan kegiatan Worksop Internasional itu, guna meningkatkan hubungan antara UMM dengan Saudi Arabia yang dalam hal ini dilakukan Al- Muassasah Al Islamiyah Riyad sebagai lembaga The Muslim Fundantion. "Lewat kegiatan ini untuk meningkatkan kerjasama kedua belah pihak dalam hal dakwah islamiyah," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Haris demikian disapa, mengungkapkan disepakati pula nota kesepahanan antara UMM dengan Al- Muassasah Al Islamiyah dalam bidang dakwah dan pendidikan Islam, hal ini tidak lain karena UMM memiliki kesungguhan dan memiliki misi yang sama dalam hal perhatian dan pengembangan pendidikan dan dakwah Islam."Untuk program kedepan tidak hanya berhenti pada kegiatan seperti ini, akan tetapi ada agenda kegiatan rutin, serta pemberian bantuan," jelas dosen Fakultas Agama Islam itu.
ketika disinggung mengenai bentuk kerjasama kedua belah pihak, lulusan Sudan itu menguraikan kerjasama berupa pelatihan-pelatihan dan seminar dakwah dan pendidikan Islam, penerbitan dan penyebar luasan buku terjemahan, dan penyediaan buku pengajaran bahasa Arab bagi mahasiswa UMM.
Dalam Warkhsop Internasional yang berlangsung selama dua hari itu, peserta mendapatkan materi diantarannya, Definisi ilmu agama Islam, keutamaan dan sumber-sumbernya, Sumber primer ilmu agama Islam (Al Quran dan As Sunah), Strategi memahami al quran dan as sunah serta instrumennya, Sumber sekundeh ilmu agama Islam, Perbedaan pendapat dalam ilmu agama Islam dan dampaknya bagi perpecahan umat, dan Warkhsop." Harapannya setelah nengikuti warkhsop ini peserta menambah wawasan dasar-dasar keagamaan han mampu merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari," harap Haris kepada peserta saat penutupan.
"Dalam menafsirkan ayat alquran, para sahabat sangat hati-hati, ulama memberikan arahan ketika menafsirkan alquran yaitu al quran ditafsirkan dengan al quran, al quran di tafsirkan dengan as sunah, sedang penafsiran dengan akal, tidak ada. akal berfungsi sebagai alat untuk memahami al quran. Sehingga dapat digolongkan manusia itu, pertama golongan ulama, orang faham agama dan orang yang berhukum, kedua, golongan pelajar, golongan yang tidak mampu berkesimpulan, ketiga, orang awan, orang yang harus mengikuti ulama," papar Abdul Aziz Ibrahim Al Daughter dalam salah satu materinnya.
Gunawan, salah satu peserta Warkhsop sangat mengapresiasi kegiatan itu, dia mengharapkan kegiatan tersebut bisa terlaksana secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada permulaan saja. " Ini warksop luar bias, meskipun secara materi banyak yang sudah mengetahui, akan tetapi dengan pembicara asli dari negara asal agama Islam maka menjadi lain, kedepannya kegiatan seperti ini terus berkelanjutan," harapnya mengakhiri. m_rif
Label:
berita
07:47
Mahasiswa baru, Kurikulum baru
“…walau kita pesmabanya seminggu rasannya bagai disurga,
pesmaba seminggu oh indahnya, pesmaba everyday make me fell holiday,
pesmaba seminggu akan selalu kukenang dalam hidupku,
kakak panitia oh baiknya, kakak panitia memang oke punya, kakak panitia akan selalu kusayangslamanny”. Potongan yel-yel yang bergema dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Kedokteran (FK) merupakan arasemen lagu hits Keong Racun dan Cinta Satu Malam, pesmaba dikuti 150 mahasiswa baru (Maba) itu mengusung tema To Getheres we Can, berlansung di aula Bookstore UMM, (1-3/9).
pesmaba seminggu oh indahnya, pesmaba everyday make me fell holiday,
pesmaba seminggu akan selalu kukenang dalam hidupku,
kakak panitia oh baiknya, kakak panitia memang oke punya, kakak panitia akan selalu kusayangslamanny”. Potongan yel-yel yang bergema dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Fakultas Kedokteran (FK) merupakan arasemen lagu hits Keong Racun dan Cinta Satu Malam, pesmaba dikuti 150 mahasiswa baru (Maba) itu mengusung tema To Getheres we Can, berlansung di aula Bookstore UMM, (1-3/9).
![]() |
| outbond anak FK UMM |
Salva Reverenha, ketua panitia Pesmaba mengungkapkan secara sepesifik konsep Pesmaba FK bertujuan memperkenalkan Maba tentang dunia akademik dan Kurikulum baru di FK. "Jadi pesmaba kali ini, berbeda dengan pesmaba tahun sebelumnya, selain bertujuan memperkenalkan Maba agar tidak canggung ketika kuliah di FK, juga memperkenalkan kurikulum baru,"jelas mahasiswa semester 5 itu.
Dekan FK, Irma Suswati, menyampaikan ketika menjadi mahasiswa di FK yang perlu diperhatikan adalah niatnya. “Yang terpenting adalah niat, jadi niat harus ditingkatkan dan dikukuhkan, saya masuk FK UMM harus menjadi dokter,” motivasinya kepada maba.
Karena apa? Sambung wanita ramah itu, banyak yang masuk FK tapi niatnya salah, tetapi yang menginginkan masuk kedokteran ternyata orang tuanya. “ Mahasiswa seperti ini akan menjadi masalah dalam perkuliahan nanti, akademiknya juga, jadi penting kiranya untuk mengabdi atau membalas budi orang tua,” tambahnya.
Terkait dengan penolakan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) dari negara lain, Irma demikian disapa, mengungkapkan UMM tegas menolak mahasiswa asing yang menimba di bidang kedokteran dan farmasi. “Secara jelas dan tegas UMM menolak mahasiswa asing, baik dari Malayasia atau pun dari negara lain,” jelasnya
Pasalnya demikian Irma, selain karena kuota terbatas yakni hanya 150 mahasiswa, fasilitas canggih dan biaya mahal milik negara di FK hanya sarana belajar mahasiswa dalam negeri. “Fasilitas itu digunakan bukan untuk memintarkan bangsa lain, tetapi untuk mencerdaskan bangsa sendiri. Masa kita mau memintarkan bangsa lain sementara kita sendiri masih bodoh, dan kalau kita melakukannya berarti kita melanggar peraturan yang ada,” terangnya.
Alasan lain, tanggung jawab moral pada anak bangsa, karena masalah biaya. “Sekarang ini praktik mahasiswa FK di rumah sakit, mendapat subsidi dari pemerintah. Jadi jika kuota itu digunakan mahasiswa asing maka berarti subsidi itu dinikmati juga oleh mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Pembantu Dekan I Meddy Setiawan, dalam materi pengenalan akademik menyampaikan FK UMM tahun ajaran 2010/2011 menerapkan kurikulum baru yakni penerapan sistem perkuliahan perblok, tidak hanya terpaku pada kuliah pleno konvensional. “Sistem pembelajara perblok itu sistem mata kuliah yang terdiri dari beberapa mata kuliah, dilaksanakan meliputi pembukaan, pendalaman dengan tutorial,” sahutnya.
Dalam kurikulum baru itu, lanjut Meddy, sistem pembelajarannya menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pendekatanya menerapkan pendekatan Problem Based Learning (PBL), metodenya tutorial (Small Group Discusion) mahasiswa dibentuk group-group diskusi terdiri dari 12 orang dipandu oleh tutorial, kuliah pakar, praktikum, skill laboratorium. “Dengan kurikulum seperti itu diharapkan mahasiswa bener-benar menguasai materi yang diberikan, nantinya menjadi dokter profesional,” urainnya
Eka Tehupelasury, maba asal Ambon mengungkapkan berkesan dengan acara Pesmaba FK. “Acara ini sangat menarik, selain untuk bersilaturohmi antar Maba, keluarga besar FK, Panitia, juga menjadi ajang untuk mengenal sistem perkuliahan di kedokteran,” ungkapnya.
Terkali motivasi masuk Kedokteran, wanita berjilbab itu mengaku merupakan cita-cita sejak kecil. “Menjadi dokter adalah cita-cita karena termotivasi adik yang sakit , saya harus membentu adik saya itu, saya memilih masuk FK UMM karena kualitas FK UMM tidak kalah dengan FK di kampus lain,“ tambahnya.
Hal senada diungkapkan Indro Catur Raharjo maba asal Kediri, masuk FK UMM ingin menjadi dokter yang profesional yang mambantu masyarakat, serta mengembalikan citra kepercayaan dokter dimata masyarakat. “FK UMM bagus dengan akreditasi B, disini selain mendapatkan ilmu tentang profesi kedokteran juga mendapatkan ilmu agama karena ini kampus Islam milik Muhammadiyah,” tanggapnya.
Pria yang sempat masuk FK Universitas Air Langga (Unair) itu mengharapkan, setelah menjadi mahasiswa FK UMM bisa mendapatkan ilmu lebih dan mampu mempraktekkan ilmu tersebut secara profesional setelah lulus. “Ingin menjadi yang terbaik, “ harapnya mengakhiri._m/rif.
Dekan FK, Irma Suswati, menyampaikan ketika menjadi mahasiswa di FK yang perlu diperhatikan adalah niatnya. “Yang terpenting adalah niat, jadi niat harus ditingkatkan dan dikukuhkan, saya masuk FK UMM harus menjadi dokter,” motivasinya kepada maba.
Karena apa? Sambung wanita ramah itu, banyak yang masuk FK tapi niatnya salah, tetapi yang menginginkan masuk kedokteran ternyata orang tuanya. “ Mahasiswa seperti ini akan menjadi masalah dalam perkuliahan nanti, akademiknya juga, jadi penting kiranya untuk mengabdi atau membalas budi orang tua,” tambahnya.
Terkait dengan penolakan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) dari negara lain, Irma demikian disapa, mengungkapkan UMM tegas menolak mahasiswa asing yang menimba di bidang kedokteran dan farmasi. “Secara jelas dan tegas UMM menolak mahasiswa asing, baik dari Malayasia atau pun dari negara lain,” jelasnya
Pasalnya demikian Irma, selain karena kuota terbatas yakni hanya 150 mahasiswa, fasilitas canggih dan biaya mahal milik negara di FK hanya sarana belajar mahasiswa dalam negeri. “Fasilitas itu digunakan bukan untuk memintarkan bangsa lain, tetapi untuk mencerdaskan bangsa sendiri. Masa kita mau memintarkan bangsa lain sementara kita sendiri masih bodoh, dan kalau kita melakukannya berarti kita melanggar peraturan yang ada,” terangnya.
Alasan lain, tanggung jawab moral pada anak bangsa, karena masalah biaya. “Sekarang ini praktik mahasiswa FK di rumah sakit, mendapat subsidi dari pemerintah. Jadi jika kuota itu digunakan mahasiswa asing maka berarti subsidi itu dinikmati juga oleh mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Pembantu Dekan I Meddy Setiawan, dalam materi pengenalan akademik menyampaikan FK UMM tahun ajaran 2010/2011 menerapkan kurikulum baru yakni penerapan sistem perkuliahan perblok, tidak hanya terpaku pada kuliah pleno konvensional. “Sistem pembelajara perblok itu sistem mata kuliah yang terdiri dari beberapa mata kuliah, dilaksanakan meliputi pembukaan, pendalaman dengan tutorial,” sahutnya.
Dalam kurikulum baru itu, lanjut Meddy, sistem pembelajarannya menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), pendekatanya menerapkan pendekatan Problem Based Learning (PBL), metodenya tutorial (Small Group Discusion) mahasiswa dibentuk group-group diskusi terdiri dari 12 orang dipandu oleh tutorial, kuliah pakar, praktikum, skill laboratorium. “Dengan kurikulum seperti itu diharapkan mahasiswa bener-benar menguasai materi yang diberikan, nantinya menjadi dokter profesional,” urainnya
Eka Tehupelasury, maba asal Ambon mengungkapkan berkesan dengan acara Pesmaba FK. “Acara ini sangat menarik, selain untuk bersilaturohmi antar Maba, keluarga besar FK, Panitia, juga menjadi ajang untuk mengenal sistem perkuliahan di kedokteran,” ungkapnya.
Terkali motivasi masuk Kedokteran, wanita berjilbab itu mengaku merupakan cita-cita sejak kecil. “Menjadi dokter adalah cita-cita karena termotivasi adik yang sakit , saya harus membentu adik saya itu, saya memilih masuk FK UMM karena kualitas FK UMM tidak kalah dengan FK di kampus lain,“ tambahnya.
Hal senada diungkapkan Indro Catur Raharjo maba asal Kediri, masuk FK UMM ingin menjadi dokter yang profesional yang mambantu masyarakat, serta mengembalikan citra kepercayaan dokter dimata masyarakat. “FK UMM bagus dengan akreditasi B, disini selain mendapatkan ilmu tentang profesi kedokteran juga mendapatkan ilmu agama karena ini kampus Islam milik Muhammadiyah,” tanggapnya.
Pria yang sempat masuk FK Universitas Air Langga (Unair) itu mengharapkan, setelah menjadi mahasiswa FK UMM bisa mendapatkan ilmu lebih dan mampu mempraktekkan ilmu tersebut secara profesional setelah lulus. “Ingin menjadi yang terbaik, “ harapnya mengakhiri._m/rif.
21:57
1 Syawal 1431, NU dan Muhammadiyah Sudah Kompak Menetapkan!
Surabaya - Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Jawa Timur menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah akan jatuh pada 10 September 2010.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid mengatakan, keputusan penetapan hari raya Idul Fitri itu telah diputuskan Muhammadiyah jauh hari melalui maklumat PP Muhammadiyah bernomor 05/MLM/1.0/E/2010.
Dalam maklumatyang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris Agung Danarto itu, juga memutuskan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1431 H yang jatuh pada 16 November 2010. "Maklumat ini didasari pada hitungan hisab. Kami akan patuhinya," kata Nadjib, Kamis (2/9).
Keputusan penetapan Idul Fitri pada 10 September mendatang juga dilakukan PWNU Jawa Timur. Menurut anggota Badan Hisab dan Rukyat Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, Sholeh Hayat, penetapan itu didasarkan pada hitungan hisab yang dilakukan PWNU. "Tapi NU itu tidak hanya berpatokan pada Hisab, kami juga akan melihat hilal," kata Sholeh.
Untuk melakukan Rukyatul Hilal ini, PWNU telah tetapkan 11lokasi diantaranya di menara Masjid Agung Surabaya, Tanjung Kodok Lamongan, Pantai Kenjeran, Pantai Sraung Pacitan, Pantai Ambet Pamekasan, Pantai Plengkung Banyuwangi, serta Pantai Serang Blitar.
Yang pasti, kata Sholeh, berdasarkan rujukan 21kitab kuning tentang astronomi yang biasa dipakai NU, bulan Ramadhan akan berakhir pada Kamis 9 September. Sehingga pada 10 September adalah Hari Raya Idul Fitri.(ti)
sumber /www.suaranews.com
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid mengatakan, keputusan penetapan hari raya Idul Fitri itu telah diputuskan Muhammadiyah jauh hari melalui maklumat PP Muhammadiyah bernomor 05/MLM/1.0/E/2010.
Dalam maklumat
Keputusan penetapan Idul Fitri pada 10 September mendatang juga dilakukan PWNU Jawa Timur. Menurut anggota Badan Hisab dan Rukyat Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, Sholeh Hayat, penetapan itu didasarkan pada hitungan hisab yang dilakukan PWNU. "Tapi NU itu tidak hanya berpatokan pada Hisab, kami juga akan melihat hilal," kata Sholeh.
Untuk melakukan Rukyatul Hilal ini, PWNU telah tetapkan 11
Yang pasti, kata Sholeh, berdasarkan rujukan 21
sumber /www.suaranews.com
Label:
berita
11:26

SURABAYA - PP Muhammadiyah will hold a National Consultative Assembly Legal Affairs Committee and Tajdid in Malang. The event is scheduled for April 1 to 4 at the Muhammadiyah University of Malang.
In the event one of the agenda to be discussed is the dawn prayer time in Indonesia that are considered most seduni morning. This agenda is included in the reckoning and rukyat guidelines.
Besides the theme, the National Consultative Assembly and the Legal Affairs Committee will also discuss Tajdid other themes such as issues of governance jurisprudence, alma'un, women, art and culture as well as some problems in worship and muamalah, such as economic systems and practices of sharia law in Indonesia mafia.
Especially for the discussion of the morning prayer, the Chairman of the Legal Affairs Committee and Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar says "So far, the dawn prayer in Indonesia's terpagi than in other countries," he said after meeting the Governor of East Java, Soekarwo, Tuesday (23/03/2010). "Therefore we will discuss re shubuh prayer time," he added.
As a comparison, Morocco, for example. This country, he said, has at dawn when the sun is at 18 degrees below horizon. Also in Egypt, where time begins at dawn when the sun is at 19.5 degrees below horizon. While in Indonesia azan Subuh began when dawn or the sun is 20 degrees below horizon.
Arifin said the prayer time this morning too, feared to be one factor Muslims lazy to run the morning prayer. However Syamsul asserted if Indonesia adopted the dawn of time that is 20 degrees below the horizon is not really against the rule. Because, according to Islamic law, when Dawn was between 20 degrees before the horizon up to 0 degrees horizon.
Meanwhile, National Conference participants will be numbered 150 people, consisting of one person advisory PP Muhammadiyah, PP Muhammadiyah 13 people, the Legal Affairs Committee and Tajdid PP 36 people, members of the Legal Affairs Committee of representatives from 66 regions, experts reckoning and Falaq five people, observers, 29 people , representatives of Islamic organizations five people, PP Muhammdiyah eight people in East Java, East Java Tasjid the Legal Affairs Committee and five people. (Fit)
sumber http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=3978552
Morning Prayer will be discussed in the General Assembly Legal Affairs Committee & Tajdid, PP Muhammadiyah

SURABAYA - PP Muhammadiyah will hold a National Consultative Assembly Legal Affairs Committee and Tajdid in Malang. The event is scheduled for April 1 to 4 at the Muhammadiyah University of Malang.
In the event one of the agenda to be discussed is the dawn prayer time in Indonesia that are considered most seduni morning. This agenda is included in the reckoning and rukyat guidelines.
Besides the theme, the National Consultative Assembly and the Legal Affairs Committee will also discuss Tajdid other themes such as issues of governance jurisprudence, alma'un, women, art and culture as well as some problems in worship and muamalah, such as economic systems and practices of sharia law in Indonesia mafia.
Especially for the discussion of the morning prayer, the Chairman of the Legal Affairs Committee and Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar says "So far, the dawn prayer in Indonesia's terpagi than in other countries," he said after meeting the Governor of East Java, Soekarwo, Tuesday (23/03/2010). "Therefore we will discuss re shubuh prayer time," he added.
As a comparison, Morocco, for example. This country, he said, has at dawn when the sun is at 18 degrees below horizon. Also in Egypt, where time begins at dawn when the sun is at 19.5 degrees below horizon. While in Indonesia azan Subuh began when dawn or the sun is 20 degrees below horizon.
Arifin said the prayer time this morning too, feared to be one factor Muslims lazy to run the morning prayer. However Syamsul asserted if Indonesia adopted the dawn of time that is 20 degrees below the horizon is not really against the rule. Because, according to Islamic law, when Dawn was between 20 degrees before the horizon up to 0 degrees horizon.
Meanwhile, National Conference participants will be numbered 150 people, consisting of one person advisory PP Muhammadiyah, PP Muhammadiyah 13 people, the Legal Affairs Committee and Tajdid PP 36 people, members of the Legal Affairs Committee of representatives from 66 regions, experts reckoning and Falaq five people, observers, 29 people , representatives of Islamic organizations five people, PP Muhammdiyah eight people in East Java, East Java Tasjid the Legal Affairs Committee and five people. (Fit)
sumber http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=3978552
Label:
berita
08:58

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) yang menimbulkan kontroversi ternyata melewati proses yang panjang dimulai sejak maret 2003 oleh Kementrian Negara Komunikasi dan Informasi (Menkoinfo), yang dirancang oleh lembaga tinggi Negara yaitu Ditjen Pos dan Telekomunikasi, Departeman Perhubungan, Departemen perindustrian dan perdagangan yang menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi
Dan melalui surat No. R/70/Pres/9/2005 tanggal 5/92005, presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menyampaikan RUU ITE secara resmi di hadapan DPR RI, dan mengamanahi Menkoinfo dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk membahas bersama dengan DPR RI, setelah melewati proses yang panjang tepatnya pada rapat Paripurna DPR RI tanggal 25/3/2008, dan naskah RUU ITE ditandatangani oleh Presiden RI menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang termuat dalam lembaran negara Nomor 58 tahun2008 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 4843.
Dalam Buletin Hukum Perbankan dan Kebanksentralan, Vol 6,nomor 1/4/2008 dikatakan manfaat UU ITE menjadi Cyber Law di Indonesia yang diharapkan menjadi pelindung untuk masyarakat sebagai pengguna jasa yang berkaitan dengan system layanan elektronik. Kemudian dalam transaksi pelayanan jasa UU ITE menjadi dasar hukum dari penggunaan dan pengakuan dokumen elektronik sebagai alat bukti yang sah dalam transaksi elektronik sehingga akan menepis keraguan masyrakat dalam mengunakan jasa secara elektronik.
Masih menurut sumber bulletin tadi, UU ITE memberikan perlindungan hukum terhadap lembaga perbankan/keuangan, penerbit kartu kredit/kartu pembayaran dan lembaga keuangan lainnya dari kemungkinan gangguan dan ancaman kejahatan elektronik, yang dilakukan dengan mengkriminalisasi setiap penggunaan dan akses yang dilakukan secara tanpa hak, antara lain berupa illegal access, illegal interception, data interference, system interference, computer related forgery, computer related fraud, dan misuses of devices .
UU ITE menjadi ramai ditengah-tengah masyarakat, ketika bergolaknya kasus korban UU ITE yaitu Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional yang menyita banyak perhatian public, akan tetapi dengan munculnya kasus tersebut dimasyarakat UU ITE menjadi kontrioversial antara yang pro dan kontra.
Seperti yang diungkapkan oleh Khoirudin Bashori, menurutnya adanya UU ITE bertujuan untuk menciptakan ketertiban umum, dan menuntut masyarakat kritis bukan membatasi kebebasan berpendapatakan seperti yang biasa orang-orang sebut, tetapi menyantunkan kebebasan berpendapat,”tujuan adanya UU ITE baik, supaya ketertiban umum terjaga , orang-orang tidak sembarangan mengeluarkan pendapat, UU ini menurut saya tidak membatasi kebebasan berpendapat, akan tetapi menyantunkan pandapat,”ungkapnya
Menurut laki-laki yang berdomisili di Jetis Dau malang Ini, UU ITE sebenarnya mempermudah dan melindungi masyarakat,” menurut saya UU ITE itu sebenarnya mempermudah dan melindungi masyarakat”,ungkapnya berseloroh
Lebih jauh, lulusan Hukum dari Universitas Brawijaya (UB) ini menjelaskan UU ITE adalah undang-undang yang sejak awal dibuat untuk meningkatkan kepercayaan publik atas transaksi berbasiskan digital (elektronik), UU ITE merupakan undang-undang dengan roh positif untuk merangsang berkembang pemanfaatan transaksi elektronik, yang tentu sangat memudahkan masyarakat dalam segala hal.
Ketika dimintai komentar apa UU ITE itu berlu direvisi, laki-laki ramah ini mengungkapkan tidak perlu adanya revisi,” UU ITE tidak perlu di revisi, isinya atau mauatannya sudah jelas, tetapi tianggal bagaimana mensosialisasikan dan menjalankan ditengah-tengah masyarakat,”tegasnya
Lain hanya dengan Asep Purnama Bahtiar, menurutnya UU ITE itu tidak jelas juntrungnya kemana, masyarakat bisa tertekan, takut dengan adanya UU ITE itu,” menurut hemat saya UU ITE itu tidak jelas kemana juntrungnya, yang saya lihat adanya kerancuan yang menimbulkan masyarakat takut dan mungkin juga tertekan dengan adanya UU itu”,paparnya
Menurut pria asli Surabaya ini, yang menjadi perdebatan dan ditolak oleh sebagian masyarakat terdapat di Bab VII pasal 27 ayat 3 yang berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.
Menurutnya pada pasal 27 ayat 3 itu, dinilai bisa berpotensi disalah-gunakan atau disalah artikan untuk sengaja dijadikan jeratan hukum dimana kebebasan seseorang untuk menulis blog, email, status Facebook, Twitter atau semua bentuk dokumen elektronik apapun itu bentuknya menjadi terbatasi,”Di pasal tadi saya menilai berpotensi disalah gunakan atau disalah artikan untuk menjerat seseorang yang menulis blog, email, atau kayak kasusnya Prita Mulyasari atau yang terbaru Luna Maya, menjadi benar-benar terbatasi”, argumennya serius
“Misalkan saja anda berkomentar yang bersifat negatife didinding akun facebook saya, menurut pasal Tadi anda dapat saya tuntut karena saya anggap melecehkan, atau mencemarkan nama baik saya, so, pasal itu yang perlu pembatasan danperlu penjelasan ulang, biar kita tidak gamang bagaimana bertindak atau menyikapi UU ITE itu”,paparnya menjelaskan
Ketika disinggung korban UU ITE yaitu Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional dan Luna maya yang kena tuduh penghinaan, ayah dari Radhita dan Dian Andriani mengungkapkan, Prita dan luna maya korban karena ketidak-jelasan UU-ITE itu,”Prita dan Luna Maya merupakan korban dari UU ITE ini, Padahal kalau kita cermati dengan sangat bijak kedua orang itu tidak termasuk dalam orang yang melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE,” opininya bersemangat
Ketika ditanya tentang akar permasalahan dari UU ITE, aktifis HAM ini menjelaskan, kurang jelasnya dari UU ITE itu hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintahan,”permasalahan pokok dari UU ITE adalah keambiguan dari UU tersebut sehingga perlu penjelasan dan sosialisasi yang intens dari pemerintahan”,jawabnya diplomatis
“DPR dan pemerintah selaku legislator harus segera menyosialisasikan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kepada publik dan pengguna UU. Sosialisasi UU ITE ini menjadi penting agar tidak ditemukan lagi Prita Mulyasari dan luna maya karena pengguna UU memahami latar belakang dan semangat pembuatan UU tersebut”, sarannya mengakhiri_Mg_Rif
*Jurnalis koran kampus BESTARI UMM
Pemerintahan Perlu Mensosialisasikan UU ITE

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) yang menimbulkan kontroversi ternyata melewati proses yang panjang dimulai sejak maret 2003 oleh Kementrian Negara Komunikasi dan Informasi (Menkoinfo), yang dirancang oleh lembaga tinggi Negara yaitu Ditjen Pos dan Telekomunikasi, Departeman Perhubungan, Departemen perindustrian dan perdagangan yang menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi
Dan melalui surat No. R/70/Pres/9/2005 tanggal 5/92005, presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menyampaikan RUU ITE secara resmi di hadapan DPR RI, dan mengamanahi Menkoinfo dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk membahas bersama dengan DPR RI, setelah melewati proses yang panjang tepatnya pada rapat Paripurna DPR RI tanggal 25/3/2008, dan naskah RUU ITE ditandatangani oleh Presiden RI menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang termuat dalam lembaran negara Nomor 58 tahun2008 dan Tambahan Lembaran Negara nomor 4843.
Dalam Buletin Hukum Perbankan dan Kebanksentralan, Vol 6,nomor 1/4/2008 dikatakan manfaat UU ITE menjadi Cyber Law di Indonesia yang diharapkan menjadi pelindung untuk masyarakat sebagai pengguna jasa yang berkaitan dengan system layanan elektronik. Kemudian dalam transaksi pelayanan jasa UU ITE menjadi dasar hukum dari penggunaan dan pengakuan dokumen elektronik sebagai alat bukti yang sah dalam transaksi elektronik sehingga akan menepis keraguan masyrakat dalam mengunakan jasa secara elektronik.
Masih menurut sumber bulletin tadi, UU ITE memberikan perlindungan hukum terhadap lembaga perbankan/keuangan, penerbit kartu kredit/kartu pembayaran dan lembaga keuangan lainnya dari kemungkinan gangguan dan ancaman kejahatan elektronik, yang dilakukan dengan mengkriminalisasi setiap penggunaan dan akses yang dilakukan secara tanpa hak, antara lain berupa illegal access, illegal interception, data interference, system interference, computer related forgery, computer related fraud, dan misuses of devices .
UU ITE menjadi ramai ditengah-tengah masyarakat, ketika bergolaknya kasus korban UU ITE yaitu Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional yang menyita banyak perhatian public, akan tetapi dengan munculnya kasus tersebut dimasyarakat UU ITE menjadi kontrioversial antara yang pro dan kontra.
Seperti yang diungkapkan oleh Khoirudin Bashori, menurutnya adanya UU ITE bertujuan untuk menciptakan ketertiban umum, dan menuntut masyarakat kritis bukan membatasi kebebasan berpendapatakan seperti yang biasa orang-orang sebut, tetapi menyantunkan kebebasan berpendapat,”tujuan adanya UU ITE baik, supaya ketertiban umum terjaga , orang-orang tidak sembarangan mengeluarkan pendapat, UU ini menurut saya tidak membatasi kebebasan berpendapat, akan tetapi menyantunkan pandapat,”ungkapnya
Menurut laki-laki yang berdomisili di Jetis Dau malang Ini, UU ITE sebenarnya mempermudah dan melindungi masyarakat,” menurut saya UU ITE itu sebenarnya mempermudah dan melindungi masyarakat”,ungkapnya berseloroh
Lebih jauh, lulusan Hukum dari Universitas Brawijaya (UB) ini menjelaskan UU ITE adalah undang-undang yang sejak awal dibuat untuk meningkatkan kepercayaan publik atas transaksi berbasiskan digital (elektronik), UU ITE merupakan undang-undang dengan roh positif untuk merangsang berkembang pemanfaatan transaksi elektronik, yang tentu sangat memudahkan masyarakat dalam segala hal.
Ketika dimintai komentar apa UU ITE itu berlu direvisi, laki-laki ramah ini mengungkapkan tidak perlu adanya revisi,” UU ITE tidak perlu di revisi, isinya atau mauatannya sudah jelas, tetapi tianggal bagaimana mensosialisasikan dan menjalankan ditengah-tengah masyarakat,”tegasnya
Lain hanya dengan Asep Purnama Bahtiar, menurutnya UU ITE itu tidak jelas juntrungnya kemana, masyarakat bisa tertekan, takut dengan adanya UU ITE itu,” menurut hemat saya UU ITE itu tidak jelas kemana juntrungnya, yang saya lihat adanya kerancuan yang menimbulkan masyarakat takut dan mungkin juga tertekan dengan adanya UU itu”,paparnya
Menurut pria asli Surabaya ini, yang menjadi perdebatan dan ditolak oleh sebagian masyarakat terdapat di Bab VII pasal 27 ayat 3 yang berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.
Menurutnya pada pasal 27 ayat 3 itu, dinilai bisa berpotensi disalah-gunakan atau disalah artikan untuk sengaja dijadikan jeratan hukum dimana kebebasan seseorang untuk menulis blog, email, status Facebook, Twitter atau semua bentuk dokumen elektronik apapun itu bentuknya menjadi terbatasi,”Di pasal tadi saya menilai berpotensi disalah gunakan atau disalah artikan untuk menjerat seseorang yang menulis blog, email, atau kayak kasusnya Prita Mulyasari atau yang terbaru Luna Maya, menjadi benar-benar terbatasi”, argumennya serius
“Misalkan saja anda berkomentar yang bersifat negatife didinding akun facebook saya, menurut pasal Tadi anda dapat saya tuntut karena saya anggap melecehkan, atau mencemarkan nama baik saya, so, pasal itu yang perlu pembatasan danperlu penjelasan ulang, biar kita tidak gamang bagaimana bertindak atau menyikapi UU ITE itu”,paparnya menjelaskan
Ketika disinggung korban UU ITE yaitu Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional dan Luna maya yang kena tuduh penghinaan, ayah dari Radhita dan Dian Andriani mengungkapkan, Prita dan luna maya korban karena ketidak-jelasan UU-ITE itu,”Prita dan Luna Maya merupakan korban dari UU ITE ini, Padahal kalau kita cermati dengan sangat bijak kedua orang itu tidak termasuk dalam orang yang melanggar pasal 27 ayat 3 UU ITE,” opininya bersemangat
Ketika ditanya tentang akar permasalahan dari UU ITE, aktifis HAM ini menjelaskan, kurang jelasnya dari UU ITE itu hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintahan,”permasalahan pokok dari UU ITE adalah keambiguan dari UU tersebut sehingga perlu penjelasan dan sosialisasi yang intens dari pemerintahan”,jawabnya diplomatis
“DPR dan pemerintah selaku legislator harus segera menyosialisasikan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kepada publik dan pengguna UU. Sosialisasi UU ITE ini menjadi penting agar tidak ditemukan lagi Prita Mulyasari dan luna maya karena pengguna UU memahami latar belakang dan semangat pembuatan UU tersebut”, sarannya mengakhiri_Mg_Rif
*Jurnalis koran kampus BESTARI UMM
Label:
berita









