Pengembangan Pendidikan Islam
Pendididkan Agama Islam merupakan mata pelajaran pokok dimana di dalamnya terdapat ajaran yang sangat penting dalam kehidupan. Agama menjadi pemandu indvidu dalam mewujudkan manusia yang berakhlak mulia, berbudi pekerti baik dari sisi personal maupun sosial. Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan itu ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak[1]. Pendidikan Agama Islam tidak hanya bersifat teoritis yang hanya menekankan kepada aspek kognitif saja, akan tetapi juga bersifat praktis. Penerapan pengajaran pendidikan agama Islam merupakan proses penanaman nilai-nilai Islami kepada setiap individu, yang tidak hanya sekedar menekankan pada pengetahuan semata, oleh karena itu teknik penyampaiannya membutuhkan berbagaimacam cara agar tidak hanya mengena kepada sisi kognif saja, akan tetapi juga mengena kepada sisi afektif, maupun psikomotorik peserta didik.Koran Bekas (Kognitif Tool) sebagai media pembelajaran
koknitif Tool Dilarang

Dalam evaluasi pada pembelajaran disekolah dijumpai bahwa peserta tes dilarang menggunakan alat Bantu yang namanya perangkat koknitif bisa berbentuk kamus, kakulator, hp dan masih banyak lagi. Kemudian timbul pertanyaan mengapa dalam ujian kita tidak boleh menggunakan alat itu semua ?
Dalam tes sebenarnya menggunakan alat sah-sah saja akan tetapi, evaluasi itu diarahkan kemana, apakan evaluasa bertujuan untuk mengetahui kemampuan koknitifnya, psikomotrnya atau afektinya. Jelas evaluasi untuk mengetahui kemampuan koknitif tidak bisa menggunakan alat bantu. Hal ini kalau kita kembalikan kepada pengertian evaluasi maka akan didapat suatu arti yaitu melakuan pengukuran dan penilaian terhadap subjek tes yaitu siswa.
Tes itu sendiri berimplikasi luas terutam bagi siswa dan guru itu sendiri. Bagi siswa bila hasil tes memuaskan dan menyenangkan hal ini, akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan atau prestasinya, dan hasilnya tidak memuaskan, maka siswa akan belajar lebih giat lagi, maka timbul pertanyaan kalau perangkat koknitif digunakan dalam ujian apakan bisa menilai kalau diri siswa mampu atau tidak mampu terhadap materi pelajaran itu?
Makna bagi guru, dari hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat diketahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya karena sudah berhasil menguasai bahan, guru akanmengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan. Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum . kemudian timbul pertanyaan lagi seumpama tes itu menggunakan bantuan giamanakan guru bisa mengetahui kemampuan siswa…… so perangkat koknitif tidak bisa digunakan untuk ujian……………..
Tugas Kuliah media Pembelajaran "Game 2"
Tugas Media Pembelajaran"Presentasi Efektif "
Soft Ware Kode Evaluasi PAI Menggunakan C++
#include
#include
#include
#define jml_soal 3
void main(void){
//deklarasi soal
char a[jml_soal][100]={"Al-Quran adalah mukjizat dari nabi ?","iman yang ketigda adalah iman kepada ?","kitab zabur adalah kitab suci yang diturunkan kepada ?"};
//deklarasi kunci
char b[jml_soal][100]={"muhammad","kitab-allah","daud"};
char jwb[20];
int c,salah=0,benar=0,jumlah=0;
randomize(); // fungsi untuk mengacak dlm stdlib.h
c=rand()%jml_soal; // pengacakan dr urutan soal >> rand()%jumlah_soal
do{
c=c+1; //loncatan soal dalam array dan penentuan soal
if(c>jml_soal-1){ //cek batas array
c=0; //jika melebihi batas akan kembali ke soal pertama
}
jumlah++;
printf("%s\n", a[c]); //menampilkan soal
scanf("%s",&jwb);
if(strcmp(jwb,b[c])==0){ //pengecekan jawaban
printf("benar\n\n"); //tampilan jika benar
benar++;
}else{
printf("salah\n\n"); //tampilan jika salah
salah++;
}
}while(jumlah
//tampilan score
printf("selesai! skor anda:\nbenar= %d\nsalah= %d",benar,salah);
}
Pembelajaran dengan Facebook

Memang luar biasa situs jejaring sosial yang dibuat Mark Zuckerberg ini. Facebook bisa menjadi 'virus' yang begitu ganas mewabah jutaan jiwa di seluruh dunia. Memang banyak sekali manfaat dan kelebihan yang dimiliki Facebook jika dibandingkan dengan situs jejaring sosial lain. Layanan yang ditawarkan Facebook terasa sangat lengkap. Facebook memudahkan kita tetap terhubung dengan teman atau kerabat walaupun kita terpisah di bagian belahan dunia lain. Selain itu Facebook juga sering digunakan untuk membangun komunitas hingga kepentingan bisnis.
Sekarang mari kita intip penggunaan Facebook oleh pelajar di Tanah Air. Sungguh ironi, fasilitas Facebook yang kerap digunakan justru fasilitas yang tidak begitu bermanfaat atau hanya sekedar just for fun. Mereka lebih suka memainkan game, kuis yang tidak jelas tujuan dan manfaatnya, atau sekedar chatting dengan topik yang tidak perlu. Kegiatan seperti ini tentu saja akan banyak membuang waktu dan memboroskan uang saja. Melihat kasus ini, lantas siapakah yang patut disalahkan? Sungguh keputusan yang sangat tidak tepat jika kita menyalahkan Facebook itu sendiri. Karena pada dasarnya teknologi itu bersifat netral. Ini semua tergantung dari cara user memanfaatkan layanan tersebut.
Baik, sekarang mari kita ajak para pelajar memanfaatkan facebook ini dengan cara yang lebih positif. Siapa yang mengira bahwa Facebook dapat digunakan untuk mendukung proses belajar. Memang kedengarannya sedikit rumit dalam penerapannya. Namun nyatanya tidak. Penerapannya justru sangat mudah dan bahkan lebih efektif dari cara belajar konvensional.
Contoh penerapannya seperti berikut: Setiap siswa dan guru tentu saja harus memiliki akun Facebook. Adakan pelatihan internet singkat jika perlu. Setelah itu guru bisa memulai membuat blog. Tidak perlu susah-susah mencari aplikasi di Facebook yang bisa membuat blog. Gunakan saja bantuan situs lain yang seperti blogger.com atau wordpress.com karena kedua situs tersebut lebih memudahkan kita dalam membuat blog. Setelah itu guru mempublikasikan blognya melalui Facebook. Guru bisa mencantumkan link blog tadi di halaman profil Facebooknya untuk mempermudah siswa mengakses blog tersebut. Dengan blog ini nantinya, guru dapat dengan mudah menuliskan materi yang diajarnya ke dalam blog. Blog ini bisa berisi tulisan pendukung materi yang telah diajarkan di kelas atau bisa juga disisipi link untuk mendownload materi yang bersangkutan. Kelebihan yang dimiliki blog ini adalah setiap siswa dapat dengan mudah mengakses blog guru dan memberikan komentar dalam postingan yang ada di blog. Jadi siswa bisa dengan mudah memberikan pendapat, ide, atau kritiknya tentang penulisan materi tersebut. Pembuatan blog ini tidak hanya terbatas pada guru. Ada baiknya setiap siswa juga memiliki blog. Hal ini akan memancing kreatifitas siswa dan menambah skill siswa dalam menulis.
Fasilitas Facebook lainnya yang bisa digunakan adalah pembuatan grup. Satu mata pelajaran harus memiliki satu grup dan setiap siswa harus menjadi anggota dari grup ini. Group ini memudahkan guru dalam memberikan pengumuman kepada setiap siswa tentang agenda pembelajaran di sekolah, seperti pemberitahuan akan adanya ulangan atau pemberitahuan batas akhir penyerahan tugas. Hal ini dapat dengan mudah dilakukan dengan fasilitas “message all member” yang dapat mengirim pesan ke seluruh anggota grup dengan sekali proses saja. Grup ini juga memudahkan siswa dalam mendiskusikan materi yang tercantum di kurikulum. Sebagai contoh adalah mata pelajaran fisika. Guru atau salah satu murid bisa memulai satu buah topik yang akan didiskusikan bersama. Misalnya dibuat topik “Prinsip Bernoulli”. Setiap siswa bisa menambahkan pengetahuan atau pendapatnya tentang Prinsip Bernoulli atau memberikan contoh dari Prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Siswa yang lain mengkritiki pendapat temannya atau menambahkannya dengan pengetahuan yang lebih banyak lagi. Tugas guru hanya memantau dan memoderatori diskusi tersebut serta meluruskan jika ada konsep yang menyimpang. Ingat! Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya pada jam sekolah dan dilakukan di ruang kelas yang sering membosankan siswa.
Fasilitas Facebook berikutnya adalah Kuis. Kuis ini sama halnya seperti angket yang dibuat oleh seseorang dan orang lain bisa mengisinya. Pengisi maupun pembuat angket bisa mendapatkan hasil penilaiannya dengan mudah. Sering kali kuis di Facebook ini dibuat dengan tujuan hanya untuk kesenangan atau iseng. Namun kali ini mari kita optimalkan untuk pembelajaran siswa. Kuis ini bisa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Ada baiknya guru melakukan ini sebagai latihan siswa sebelum menghadapi ulangan. Misalnya guru membuat satu buah kuis kimia dengan tema Larutan Penyangga. Setelah itu guru mengundang setiap muridnya untuk mengerjakan kuis tersebut. Dengan begitu hasilnya dapat dipantau oleh guru dengan mudah karena notifikasinya akan selalu di update otomatis oleh Facebook. Latihan soal seperti ini tentu saja lebih efektif dan memberikan kesan menyenangkan kepada siswa.
Contoh-contoh di atas tadi hanya beberapa saja dari keseluruhan fasilitas. Kita bisa saja memanfaatkan fasilitas Facebook lainnya untuk mempermudah proses pembelajaran. Semua bergantung pada tingkat pengetahuan dan penguasaan kita dalam menggunakan layanan-layanan tersebut.
Mungkin permasalahannya adalah mengenai akses internetnya. Apakah semua siswa harus memiliki koneksi internet di rumahnya? Jika tidak, bukankah tarif-tarif yang ada di warnet masih terbilang mahal untuk saku pelajar? Tenang saja, Facebook juga bisa diakses melalui perangkat seluler (handphone) yang support dengan GPRS dengan tarif yang cukup murah. Melihat zaman yang semakin maju ini, rasanya handphone dengan dukungan GPRS sudah bukan barang mewah lagi. Semua siswa bisa memiliki perangkat ini tanpa merogoh kocek dalam-dalam.
Tips-Trik tutorial mengefektifkan media pembelajaran lewat powerpoint*
Membuat media presentasi atau media pembelajaran melalaui power point untuk saat ini sangatlah penting, apa lagi untuk kegunaan proses belajar mengajar yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap minat dan daya serap trehadap materi yang kita presentasikan.
Saat kita presentasi dengan menggunakan powerpoint kita sebagai medi penyampai informasi , selama ini kita belum menyadari sepenuhnya hal ini sangat mengganggu bahkan memperlihatkan kita tidak menguasai teknologi khususnya penggunaan powerpoint atau dalam kata lain kita kurang mahir memnfat kan media tersebut.
Salah satu kendalanya adalah ketika kita ingin kembali ke halaman tertentu tetapi tidak mengetahui lokasi halaman slidenya, yang kemudian kita akan “end show”kemudian mencari halaman tersebut selanjutnya kita “slide show”lagi . masalah ini akan memakan waktu yang banyak dan merupakan hal yang sangat merugikan, karena waktu menjadi terbung sia-sia hanya untuk mencari slide yang kita inginkn tadi.
Meskipun ada solusinya yaitu dengan kilik kanan lalu ‘go to slide’lalu mengeklik slide yang kita inginkan, tetapi lagi-lagi ini tidak efektif.
Maka melalui tulisan ini penulis ingin memaparkan solusi cerdas yaitu dengan menggunakan ‘link master powerpoint”. Link master powerpoint adalah sebuah link yang menghubungkn antar halaman slide yang satu denmgan yang lainnya dalam satu file, dan link-link ini juga terdapat pada setiap slide, singkatnya lin ini akan mempermudah dan mempercepat dalam menampilkan slide yang kita inginkan.
Trik dan tips membuat Master link powerpoint sebagai berikut:
a. Buka powerpoint anda (saya menggunakan versi 2007)
a. Gunakan background yang memisahkan antara tempat daftar isi (link master) dengan tempat teks.
a. Cara cari beckground : klik kanan di halaman power poin lalu pilih format background (muncul kotak dialok)
lalu pilih file (yang mengarahkan pada pada penyimpanan background)silahkan open lalu di kotak dialog Format background klik apply to all (untuk background semua tampilan)lalu close.